Raih Kebahagiaan Dengan Iman Kepada Takdir
Posted on | By Ryper | In Nasehat
Kaana dan saudara-saudaranya merupakan suatu fi’il, yang jika ia masuk pada jumlah ismiyyah akan menyebabkan marfunya mubtada dan disebut sebagai isim kaana, serta manshubnya khobar yang dinamakan khobar kaana.
Contoh :
Mengenai pembahasan Isim Dhomir pada postingan sebelumnya, ternyata banyak
sekali kesalahan yang dilakukan kaum muslimin dalam penggunaan Isim
Dhomir, bahkan yang melakukan kesalahan tersebut adalah para Khotib
Jum'at atau para penceramah Agama..
Diantara kesalahannya yakni
pada saat berdoa. Seperti doa di akhir khutbah jum’at, sang Khotib
hendaknya menggunakan kata نا (naa) yang menunjukkan "kami" bukan ي (ya)
yang menunjukkan "aku" ketika berdoa.
Karenanya sering kita dengar sang Khotib berdoa
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْب ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَي دِيْنِكَ
"yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinika"
(wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku pada agamaMu)
Kita sering mendengar atau membaca tulisan
"Baarakallahu fiik" atau "Jazaakallahu khoiron"
Diantara kesalahan kebanyakan orang, mereka menyamakan antara
keduanya.. Sehingga ketika dikatakan "jazaakillahu khoiron" yang berarti
menunjukkan untuk perempuan, mereka juga menyebut "baarakallah" menjadi
"baarakillah" dengan maksud ditujukan kepada perempuan... Bahkan ada
juga yang menuliskannya dengan "baarakumullahu"
Maka ini adalah suatu KESALAHAN.. Dan justru artinya merupakan doa yang jelek..
Dalam
Bahasa Arab, perubahan kata, harokat, letak dan posisi kata dalam
jumlah/kalimat sangat mempengaruhi dalam pengartian dan pemaknaan suatu
ayat. Salah di dalam penempatan kata, salah pula maksud yang
diinginkannya.
Sebagai contoh adalah apa yang ada di dalam Al-qur’an surat al-A’rof : 180
وَللهِ اْلأَسْمَآءُ الْحُسْنَى (walillahil asmaa’ul husna)
Jika kita artikan secara per kata, maka artinya adalah “dan kepunyaan Allah-lah nama-nama yang indah”.
Bosan dengan pelajaran?, mari kita simak perkataan para Salaf (Para pendahulu) kita mengenai Bahasa Arab:
Umar Bin Khaththab Mengatakan
"Pelajarilah bahasa Arab, sebab ia mampu menguatkan akal dan menambah
kehormatan" (Tarikh Umar bin Khaththab, karya Ibnul Jauzi, 225.)
Imam Syafi'i berkata: "Manusia tidak menjadi bodoh dan selalu
berselisih paham kecuali lantaran mereka meninggalkan bahasa Arab, dan
lebih mengutamakan konsep Aristoteles" (Siyaru A’lamin Nubala : 10/74)
Untuk
mempelajari Bahasa Arab, syarat minimal yang harus dimiliki oleh
seseorang yg ingin belajar Bahasa Arab adalah "HARUS LULUS IQRO"
terlebih dahulu.
Karena tidak mungkin seseorang bisa belajar Bahasa Arab, tanpa mengetahui huruf-hurufnya dan cara membacanya.
Mengandalkan tulisan latin pun tidak akan membantu seseorang bisa
belajar Bahasa Arab dengan baik, sebelum ia bisa membacanya dengan
benar.
Berikut Kosakata yang sering muncul di kitab-kitab gundul bagian 11
دَخَلَ = Memasuki
دُخُوْلٌ = Hal masuk
دَرَجَةٌ = Derajat
دَرَسَ =
Mempelajari
دِرْهَمٌ = Dirham
دُرُوْسٌ = Pelajaran
(bentuk jamak)
دُعَاءٌ = Doa
دَعْوَةٌ = Dakwah
دَوَاءٌ = Obat
دَوْلَةٌ = Negara
ذَكَرَ = Mengingat
ذَنْبٌ = Dosa
ذَهَبٌ = Emas
ذُوْ = Pemilik
رَابِعٌ = Keempat
رَجَاءٌ = Harapan
رِزْقٌ = Rizki
رَسُوْلٌ = Rasulu
رَغِبَ =
Benci/senang
رَفَعَ = Mengangkat
سَبْعَةٌ = Tujuh
|
سَبَقَ = Mendahului
سِتَّةٌ = Enam
سَحَرَ = Menyihir
سِلَاحٌ = Senjata
سَنَةٌ = Tahun
سُنَّةٌ = Sunnah
سَهْلٌ = Mudah
سُؤَالٌ = Pertanyaan
سِوَى = Selain
سِيْرَةٌ = Sejarah
سَيِّدٌ = Majikan
شَدِيْدٌ = Keras
شَرَابٌ = Minuman
شَرِبَ = Minum
شَرٌّ = Buruk,
Jelek
شُرُوْطٌ = Syarat
شَهَادَةٌ = Ijazah
شَهْرٌ = Bulan
شَهْوَةٌ = Hawa Nafsu
شَيْءٌ = Sesuatu
شَيْطَانٌ = Setan
|
Alhamdulillah, dengan adanya blog ini, insyaAllah ana akan berusaha menyajikan ilmu-ilmu alat di dalam agama islam, berupa ilmu bahasa arab, ushul fiqih, ushul hadist, ushul tafsir dan lain-lainnya yang sudah pernah ana pelajari, dimana sangat jarang sekali blog atau situs yang menerangkan ilmu-ilmu tersebut.
Sehingga diharapkan dengan adanya blog ini, dapat menambah ilmu ana dan para pembaca sekalian akan ilmu-ilmu agama, yang akhirnya menjadi orang mujtahid yang tidak hanya taqlid dan mengikuti apa yang dikatakan para kiai atau ustadznya.
Semoga blog ini bermanfaat dan Allah memberikan keistiqomahan di dalam mengelolanya.. Aaamiin...
All Rights Reserved. Hiasi Hari Dengan Ilmu
Theme by Website Hosting | Converted into Blogger Templates by Blogger Styles | Falcon Hive