Laman

Raih Kebahagiaan Dengan Iman Kepada Takdir

Posted on | By Ryper | In



Banyak manusia bersusah payah mencari kesuksesan, kebahagiaan dan ketenangan dalam hidupnya. Namun berbagai cara apapun yang mereka lakukan, tidak sedikitpun membawa mereka kepada hal tersebut. Harta yang melimpah, pasangan yang menarik dan anak yang banyak, tidak juga membuat mereka merasa nyaman dan bahagia. Kesehariannya justru penuh dengan kekhawatiran dan kegalauan.

Harta yang diperolehnya, yang dikira akan memberikan kebahagian, ternyata semakin membuatnya khawatir dan takut jika hartanya hilang.

Pasangan yang menarik dan anak yang banyak, yang dianggapnya dapat menghadirkan ketenangan, malah semakin menambah masalah lain yang tidak pernah dibayangkan.

Lantas, bagaimana cara meraih kebahagian?

Bahasa Arab 36: Munaada

Posted on | By Ryper | In

اَلْمُنَادَى
Munaada 

Al-Munaada adalah isim manshub yang disebutkan setelah huruf Nidaa (Panggilan)
Adapun huruf-huruf Nidaa sebagai berikut:
ءَ – أَيَّا – هَيَّا – يَا – وَا
Semua mempunyai arti panggilan, WAHAI

Contoh:
        ]يَا بُنَيَّ لاَ تُشْرِكْ بِالله إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ[ لقمان 13
(Yaa Bunayya laa tusyrik billahi, innasy-syirka ladzhulmun adzhiimun)
“Wahai anakku janganlah engkau mempersekutukan Allah (dengan sesuatu apapun), sesungguhnya syirik adalah kedzholiman yang sangat besar”

Fiqih Nikah 3: Menikah Adalah Sunnah Yang Diutamakan

Posted on | By Ryper | In

Mungkin pernah terlintas dipikiran sebagian orang, karena merasa besarnya dosa yang telah dilakukannya atau karena beratnya perbuatan maksiat yang telah dikerjakannya, memaksa dirinya senantiasa beribadah kepada Allah sampai-sampai meninggalkan sunnah-sunnah lainnya semisal menikah. Atau merasa sibuk dengan menuntut ilmu agama, sehingga membuat tidak ada waktu lagi untuk membangun sebuah keluarga.

Tidak sedikit orang yang menganggap menikah hanyalah akan mengganggu ibadah seseorang. Dengan menikah, mereka khawatir bahwa dirinya tidak akan bisa fokus beribadah atau menuntut ilmu.
Dan ternyata hal ini pun terjadi pada jaman sahabat. Diriwayatkan bahwasanya ada sahabat yang memohon ijin kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam untuk tidak menikahi wanita seumur hidupnya.

Bahasa Arab 35: Khobar Kaana dan Isim Inna

Posted on | By Ryper | In

Kaana dan saudara-saudaranya merupakan suatu fi’il, yang jika ia masuk pada jumlah ismiyyah akan menyebabkan marfunya mubtada dan disebut sebagai isim kaana, serta manshubnya khobar yang dinamakan khobar kaana.
Contoh :

 مُحَمَّدٌ غَنِيٌّ 
(muhammadun goniyyun)=Muhammad itu kaya 

Jumlah di atas merupakan jumlah ismiyyah yang tersusun dari mubtada dan khobar. Ketika kemasukan kaana dan saudara-saudaranya pada jumlah tersebut maka menjadi

Kumpulan Status Nasehat (Bag 2)

Posted on | By Ryper | In

Mencintai seseorang itu bukan karena fisiknya, akan tetapi karena sifat dan perbuatannya..
Buktinya, kita mencintai Rosulullah, padahal kita belum pernah melihatnya.. hanya mendengar sifat2 n perbuatan2 beliau shallallahu 'alaihi wasallam, tapi kita sangat mencintainya..
Karenanya, perbaikilah sifat dan perbuatanmu, insyaallah pasanganmu akan mencintaimu (walupun engkau tidak secantik/seganteng yg diinginkan pasanganmu)

***
Kenapa kita sulit menerima kekalahan? apakah kalah selalu bermakna jelek?
sekali2 tidak, justru orang yg mengaku kalah adalah kemenangan yg haqiqi..
ia mengaku kalah karena ia merasa salah, sehingga ia akan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahannya.. akan tetapi orang yg kalah namun tidak mau mengakui salah, insyaallah ia akan senantiasa pada kesalahannya dan selalu kalah pada akhirnya..

Bahasa Arab 34: Haal

Posted on | By Ryper | In


Haal (اَلْحَالُ)

Haal adalah isim manshub yang disebutkan setelah fi’il yang berfungsi untuk menjelaskan keadaan pelaku (subjek) atau objek ketika terjadi pekerjaan.
Contoh:

يَدْخُلُوْنَ فِي دِيْنِ اللهِ أَفْوَاجًا (yadkhuluna fii dinillahi afwaaja)
Mereka masuk ke dalam agama Allah dalam keadaan berbondong-bondong

Kata أَفْوَاجًا manshub dengan tanda fathah sebagai Haal

BAHASA ARAB 33: MAF'UL MA'AH

Posted on | By Ryper | In

Maf’ul Ma’ah (اَلْمَفْعُوْلُ مَعَهُ)

Maf’ul Ma’ah adalah isim dalam keadaan manshub yang terletak setelah huruf WAU (و). Dan bermakna bersama (مَعَ) yang menunjukkan suatu kebersamaan.

Contohnya:

سِرْتُ وَالْجَبَلَ (sirtu wal jabala)
Aku berjalan bersama gunung.

Bahasa Arab Itu Sulit?

Posted on | By Ryper | In ,

Banyak orang yang gagal mempelajari Bahasa Arab, kemudian dengan mudahnya mengatakan, “Bahasa Arab itu sulit”, “Belajar Bahasa Arab itu susah banget” dan lain-lainnya. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa Bahasa Arab termasuk diantara bahasa-bahasa yang sulit dipahami.

Benarkah demikian?

Kesalahan berbahasa Arab (2)

Posted on | By Ryper | In ,

Mengenai pembahasan Isim Dhomir pada postingan sebelumnya, ternyata banyak sekali kesalahan yang dilakukan kaum muslimin dalam penggunaan Isim Dhomir, bahkan yang melakukan kesalahan tersebut adalah para Khotib Jum'at atau para penceramah Agama..

Diantara kesalahannya yakni pada saat berdoa. Seperti doa di akhir khutbah jum’at, sang Khotib hendaknya menggunakan kata نا (naa) yang menunjukkan "kami" bukan ي (ya) yang menunjukkan "aku" ketika berdoa.

Karenanya sering kita dengar sang Khotib berdoa

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْب ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَي دِيْنِكَ

"yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinika"
(wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku pada agamaMu)

Kesalahan Berbahasa Arab (1)

Posted on | By Ryper | In ,

Kita sering mendengar atau membaca tulisan

"Baarakallahu fiik" atau "Jazaakallahu khoiron"

Diantara kesalahan kebanyakan orang, mereka menyamakan antara keduanya.. Sehingga ketika dikatakan "jazaakillahu khoiron" yang berarti menunjukkan untuk perempuan, mereka juga menyebut "baarakallah" menjadi "baarakillah" dengan maksud ditujukan kepada perempuan... Bahkan ada juga yang menuliskannya dengan "baarakumullahu"

Maka ini adalah suatu KESALAHAN.. Dan justru artinya merupakan doa yang jelek..

Faidah Mempelajari Bahasa Arab Bag 1

Posted on | By Ryper | In , ,

Dalam Bahasa Arab, perubahan kata, harokat, letak dan posisi kata dalam jumlah/kalimat sangat mempengaruhi dalam pengartian dan pemaknaan suatu ayat. Salah di dalam penempatan kata, salah pula maksud yang diinginkannya.

Sebagai contoh adalah apa yang ada di dalam Al-qur’an surat al-A’rof : 180

وَللهِ اْلأَسْمَآءُ الْحُسْنَى (walillahil asmaa’ul husna)

Jika kita artikan secara per kata, maka artinya adalah “dan kepunyaan Allah-lah nama-nama yang indah”.

Perkataan Ulama Terdahulu Tentang Bahasa Arab

Posted on | By Ryper | In ,

Bosan dengan pelajaran?, mari kita simak perkataan para Salaf (Para pendahulu) kita mengenai Bahasa Arab:

Umar Bin Khaththab Mengatakan
"Pelajarilah bahasa Arab, sebab ia mampu menguatkan akal dan menambah kehormatan" (Tarikh Umar bin Khaththab, karya Ibnul Jauzi, 225.)

Imam Syafi'i berkata: "Manusia tidak menjadi bodoh dan selalu berselisih paham kecuali lantaran mereka meninggalkan bahasa Arab, dan lebih mengutamakan konsep Aristoteles" (Siyaru A’lamin Nubala : 10/74)

Syarat Minimal Mempelajari Bahasa Arab

Posted on | By Ryper | In ,

Untuk mempelajari Bahasa Arab, syarat minimal yang harus dimiliki oleh seseorang yg ingin belajar Bahasa Arab adalah "HARUS LULUS IQRO" terlebih dahulu.

Karena tidak mungkin seseorang bisa belajar Bahasa Arab, tanpa mengetahui huruf-hurufnya dan cara membacanya.

Mengandalkan tulisan latin pun tidak akan membantu seseorang bisa belajar Bahasa Arab dengan baik, sebelum ia bisa membacanya dengan benar.

Kosakata Yang Sering Muncul Di Kitab Gundul Bag-11

Posted on | By Ryper | In ,

Berikut Kosakata yang sering muncul di kitab-kitab gundul bagian 11

دَخَلَ = Memasuki
دُخُوْلٌ = Hal masuk
دَرَجَةٌ = Derajat
دَرَسَ = Mempelajari
دِرْهَمٌ = Dirham
دُرُوْسٌ = Pelajaran (bentuk jamak)
دُعَاءٌ = Doa
دَعْوَةٌ = Dakwah
دَوَاءٌ = Obat
دَوْلَةٌ = Negara
ذَكَرَ = Mengingat
ذَنْبٌ = Dosa
ذَهَبٌ = Emas
ذُوْ = Pemilik
رَابِعٌ = Keempat
رَجَاءٌ = Harapan
رِزْقٌ = Rizki
رَسُوْلٌ = Rasulu
رَغِبَ = Benci/senang
رَفَعَ = Mengangkat
سَبْعَةٌ = Tujuh

سَبَقَ = Mendahului
سِتَّةٌ = Enam
سَحَرَ = Menyihir
سِلَاحٌ = Senjata
سَنَةٌ = Tahun
سُنَّةٌ = Sunnah
سَهْلٌ = Mudah
سُؤَالٌ = Pertanyaan
سِوَى = Selain
سِيْرَةٌ = Sejarah
سَيِّدٌ = Majikan
شَدِيْدٌ = Keras
شَرَابٌ = Minuman
شَرِبَ = Minum
 شَرٌّ = Buruk, Jelek
شُرُوْطٌ = Syarat
شَهَادَةٌ = Ijazah
شَهْرٌ = Bulan
شَهْوَةٌ = Hawa Nafsu
شَيْءٌ = Sesuatu
شَيْطَانٌ = Setan

Kumpulan Status Nasehat (Bag 1)

Posted on | By Ryper | In

  • Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang CINTA karena Allah, benci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi karena-Nya maka sungguh telah sempurna keimanannya.” (HR At-Tirmidzi dan Abu Daud) 

  • Janganlah memandang kebelakang, masa lalu telah terlewati

  • "Berhati-hatilah dari godaan dunia dan waspadailah rayuan kaum wanita, karena fitnah pertama kali yang menimpa bani isroil adalah fitnah wanita." (HR Muslim)

Ushul Tafsir 8: Benarkah Ayat-Ayat Al-Qur`an Bertentangan?

Posted on | By Ryper | In



Jika kita membaca Al-Qur`an, terkadang kita menemukan ayat-ayat yang dirasa-rasa ada kerancuan di dalamnya. Kita temukan pada ayat ini Allah mengatakan demikian, namun di ayat yang lainnya mengatakan demikian. Apakah ini berarti Al-Qur`an itu ayatnya bertentangan antara satu dengan yang lainnya?

Syaikh As-Sa’di mengatakan dalam Qowa’idul Hisan:
“Semua ayat Al-Qur`an yang secara lahiriah tampaknya bertentangan, Maka WAJIB memahami masing-masing jenis ayat tersebut sesuai dengan keadaannya atau konteksnya”

Ushul Fiqih 5: Karakteristik Al-qur’an dan As-sunnah (Bag-2)

Posted on | By Ryper | In



11. Sesungguhnya dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, semua permasalahan dapat diselesaikan. Dan wajib mengembalikan setiap perkara yang diperselisihkan kepada Al-Qur’an dan As-sunnah.

Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah.

فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ

“Jika engkau berselisih terhadap sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasulnya.” (An-Nisa-59)

Dalam ayat ini, terdapat kata شَىْءٍ  dalam bentuk nakirah dan didahului huruf syarat إِن sehingga menunjukkan keumuman.

Shorof 12: Fa'ila-Yaf'alu Bab Mudho'af dan Mitsal Wau

Posted on | By Ryper | In ,

Klik gambar untuk memperbesar
Harokat mengikuti yang pertama



Keterangan "Shorof wazan Fa'ila Yaf'alu Bab Mudho'af dan Mitsal Wau":
  1. Fi’il yang masuk bab ini hampir sama antara yang muta’addi dengan yang lazim.
  2. Isim Fa’il dalam bab ini jika fi’ilnya lazim ikut wazan sifat musyabbahah,

Bahasa Arab 32: Maf'ul Liajlih

Posted on | By Ryper | In



Maf’ul liajlih adalah isim manshub yang disebutkan setelah adanya pekerjaan, sebagai alasan kenapa pekerjaan itu ada.

Misal

Firman Allah ta’ala 

وَ لاَ تَقْتُلُوْا أَوْلاَدَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلاَقٍ

Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut menjadi miskin (Surat Al-Isra: 31)

Bahasa Arab 31: Maf'ul Mutlaq

Posted on | By Ryper | In


Maf'ul Mutlaq adalah isim manshub yang disebutkan untuk 3 keadaan:
  • Untuk menegaskan suatu perbuatan
  • Untuk menjelaskan bilangan perbuatan
  • Untuk menjelaskan jenis/sifat perbuatan
Contoh sebagai penegas perbuatan
حَفِظْتُ الدَّرْسَ حِفْظًا

“Aku telah menghafal pelajaran itu dengan sebenar-benarnya hafal”