Laman

Tampilkan postingan dengan label Bahasa Arab Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Arab Dasar. Tampilkan semua postingan

Bahasa Arab 36: Munaada

Posted on | By Ryper | In

اَلْمُنَادَى
Munaada 

Al-Munaada adalah isim manshub yang disebutkan setelah huruf Nidaa (Panggilan)
Adapun huruf-huruf Nidaa sebagai berikut:
ءَ – أَيَّا – هَيَّا – يَا – وَا
Semua mempunyai arti panggilan, WAHAI

Contoh:
        ]يَا بُنَيَّ لاَ تُشْرِكْ بِالله إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ[ لقمان 13
(Yaa Bunayya laa tusyrik billahi, innasy-syirka ladzhulmun adzhiimun)
“Wahai anakku janganlah engkau mempersekutukan Allah (dengan sesuatu apapun), sesungguhnya syirik adalah kedzholiman yang sangat besar”

Bahasa Arab 35: Khobar Kaana dan Isim Inna

Posted on | By Ryper | In

Kaana dan saudara-saudaranya merupakan suatu fi’il, yang jika ia masuk pada jumlah ismiyyah akan menyebabkan marfunya mubtada dan disebut sebagai isim kaana, serta manshubnya khobar yang dinamakan khobar kaana.
Contoh :

 مُحَمَّدٌ غَنِيٌّ 
(muhammadun goniyyun)=Muhammad itu kaya 

Jumlah di atas merupakan jumlah ismiyyah yang tersusun dari mubtada dan khobar. Ketika kemasukan kaana dan saudara-saudaranya pada jumlah tersebut maka menjadi

Bahasa Arab 34: Haal

Posted on | By Ryper | In


Haal (اَلْحَالُ)

Haal adalah isim manshub yang disebutkan setelah fi’il yang berfungsi untuk menjelaskan keadaan pelaku (subjek) atau objek ketika terjadi pekerjaan.
Contoh:

يَدْخُلُوْنَ فِي دِيْنِ اللهِ أَفْوَاجًا (yadkhuluna fii dinillahi afwaaja)
Mereka masuk ke dalam agama Allah dalam keadaan berbondong-bondong

Kata أَفْوَاجًا manshub dengan tanda fathah sebagai Haal

BAHASA ARAB 33: MAF'UL MA'AH

Posted on | By Ryper | In

Maf’ul Ma’ah (اَلْمَفْعُوْلُ مَعَهُ)

Maf’ul Ma’ah adalah isim dalam keadaan manshub yang terletak setelah huruf WAU (و). Dan bermakna bersama (مَعَ) yang menunjukkan suatu kebersamaan.

Contohnya:

سِرْتُ وَالْجَبَلَ (sirtu wal jabala)
Aku berjalan bersama gunung.

Bahasa Arab Itu Sulit?

Posted on | By Ryper | In ,

Banyak orang yang gagal mempelajari Bahasa Arab, kemudian dengan mudahnya mengatakan, “Bahasa Arab itu sulit”, “Belajar Bahasa Arab itu susah banget” dan lain-lainnya. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa Bahasa Arab termasuk diantara bahasa-bahasa yang sulit dipahami.

Benarkah demikian?

Kesalahan berbahasa Arab (2)

Posted on | By Ryper | In ,

Mengenai pembahasan Isim Dhomir pada postingan sebelumnya, ternyata banyak sekali kesalahan yang dilakukan kaum muslimin dalam penggunaan Isim Dhomir, bahkan yang melakukan kesalahan tersebut adalah para Khotib Jum'at atau para penceramah Agama..

Diantara kesalahannya yakni pada saat berdoa. Seperti doa di akhir khutbah jum’at, sang Khotib hendaknya menggunakan kata نا (naa) yang menunjukkan "kami" bukan ي (ya) yang menunjukkan "aku" ketika berdoa.

Karenanya sering kita dengar sang Khotib berdoa

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْب ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَي دِيْنِكَ

"yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinika"
(wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku pada agamaMu)

Kesalahan Berbahasa Arab (1)

Posted on | By Ryper | In ,

Kita sering mendengar atau membaca tulisan

"Baarakallahu fiik" atau "Jazaakallahu khoiron"

Diantara kesalahan kebanyakan orang, mereka menyamakan antara keduanya.. Sehingga ketika dikatakan "jazaakillahu khoiron" yang berarti menunjukkan untuk perempuan, mereka juga menyebut "baarakallah" menjadi "baarakillah" dengan maksud ditujukan kepada perempuan... Bahkan ada juga yang menuliskannya dengan "baarakumullahu"

Maka ini adalah suatu KESALAHAN.. Dan justru artinya merupakan doa yang jelek..

Faidah Mempelajari Bahasa Arab Bag 1

Posted on | By Ryper | In , ,

Dalam Bahasa Arab, perubahan kata, harokat, letak dan posisi kata dalam jumlah/kalimat sangat mempengaruhi dalam pengartian dan pemaknaan suatu ayat. Salah di dalam penempatan kata, salah pula maksud yang diinginkannya.

Sebagai contoh adalah apa yang ada di dalam Al-qur’an surat al-A’rof : 180

وَللهِ اْلأَسْمَآءُ الْحُسْنَى (walillahil asmaa’ul husna)

Jika kita artikan secara per kata, maka artinya adalah “dan kepunyaan Allah-lah nama-nama yang indah”.

Perkataan Ulama Terdahulu Tentang Bahasa Arab

Posted on | By Ryper | In ,

Bosan dengan pelajaran?, mari kita simak perkataan para Salaf (Para pendahulu) kita mengenai Bahasa Arab:

Umar Bin Khaththab Mengatakan
"Pelajarilah bahasa Arab, sebab ia mampu menguatkan akal dan menambah kehormatan" (Tarikh Umar bin Khaththab, karya Ibnul Jauzi, 225.)

Imam Syafi'i berkata: "Manusia tidak menjadi bodoh dan selalu berselisih paham kecuali lantaran mereka meninggalkan bahasa Arab, dan lebih mengutamakan konsep Aristoteles" (Siyaru A’lamin Nubala : 10/74)

Syarat Minimal Mempelajari Bahasa Arab

Posted on | By Ryper | In ,

Untuk mempelajari Bahasa Arab, syarat minimal yang harus dimiliki oleh seseorang yg ingin belajar Bahasa Arab adalah "HARUS LULUS IQRO" terlebih dahulu.

Karena tidak mungkin seseorang bisa belajar Bahasa Arab, tanpa mengetahui huruf-hurufnya dan cara membacanya.

Mengandalkan tulisan latin pun tidak akan membantu seseorang bisa belajar Bahasa Arab dengan baik, sebelum ia bisa membacanya dengan benar.

Kosakata Yang Sering Muncul Di Kitab Gundul Bag-11

Posted on | By Ryper | In ,

Berikut Kosakata yang sering muncul di kitab-kitab gundul bagian 11

دَخَلَ = Memasuki
دُخُوْلٌ = Hal masuk
دَرَجَةٌ = Derajat
دَرَسَ = Mempelajari
دِرْهَمٌ = Dirham
دُرُوْسٌ = Pelajaran (bentuk jamak)
دُعَاءٌ = Doa
دَعْوَةٌ = Dakwah
دَوَاءٌ = Obat
دَوْلَةٌ = Negara
ذَكَرَ = Mengingat
ذَنْبٌ = Dosa
ذَهَبٌ = Emas
ذُوْ = Pemilik
رَابِعٌ = Keempat
رَجَاءٌ = Harapan
رِزْقٌ = Rizki
رَسُوْلٌ = Rasulu
رَغِبَ = Benci/senang
رَفَعَ = Mengangkat
سَبْعَةٌ = Tujuh

سَبَقَ = Mendahului
سِتَّةٌ = Enam
سَحَرَ = Menyihir
سِلَاحٌ = Senjata
سَنَةٌ = Tahun
سُنَّةٌ = Sunnah
سَهْلٌ = Mudah
سُؤَالٌ = Pertanyaan
سِوَى = Selain
سِيْرَةٌ = Sejarah
سَيِّدٌ = Majikan
شَدِيْدٌ = Keras
شَرَابٌ = Minuman
شَرِبَ = Minum
 شَرٌّ = Buruk, Jelek
شُرُوْطٌ = Syarat
شَهَادَةٌ = Ijazah
شَهْرٌ = Bulan
شَهْوَةٌ = Hawa Nafsu
شَيْءٌ = Sesuatu
شَيْطَانٌ = Setan

Shorof 12: Fa'ila-Yaf'alu Bab Mudho'af dan Mitsal Wau

Posted on | By Ryper | In ,

Klik gambar untuk memperbesar
Harokat mengikuti yang pertama



Keterangan "Shorof wazan Fa'ila Yaf'alu Bab Mudho'af dan Mitsal Wau":
  1. Fi’il yang masuk bab ini hampir sama antara yang muta’addi dengan yang lazim.
  2. Isim Fa’il dalam bab ini jika fi’ilnya lazim ikut wazan sifat musyabbahah,

Bahasa Arab 32: Maf'ul Liajlih

Posted on | By Ryper | In



Maf’ul liajlih adalah isim manshub yang disebutkan setelah adanya pekerjaan, sebagai alasan kenapa pekerjaan itu ada.

Misal

Firman Allah ta’ala 

وَ لاَ تَقْتُلُوْا أَوْلاَدَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلاَقٍ

Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut menjadi miskin (Surat Al-Isra: 31)

Bahasa Arab 31: Maf'ul Mutlaq

Posted on | By Ryper | In


Maf'ul Mutlaq adalah isim manshub yang disebutkan untuk 3 keadaan:
  • Untuk menegaskan suatu perbuatan
  • Untuk menjelaskan bilangan perbuatan
  • Untuk menjelaskan jenis/sifat perbuatan
Contoh sebagai penegas perbuatan
حَفِظْتُ الدَّرْسَ حِفْظًا

“Aku telah menghafal pelajaran itu dengan sebenar-benarnya hafal”

Shorof 11: Fa'ila-Yaf'ilu Mitsal Wau

Posted on | By Ryper | In

Bahasa Arab 30: Maf'ul Bih

Posted on | By Ryper | In


Alhamdulillah, kita telah sampai pada pembahasan Manshubatul Asma, pembahasan mengenai isim-isim yang manshub.

Sebelum membahas mengenai isim-isim ini, kami menghimbau kepada para pembaca sekalian untuk kembali mengulang-ulang pelajaran yang telah kami berikan. Seperti yang telah kami nasehatkan sebelum-sebelumnya, belajar bahasa arab tidaklah mudah. Bahasa arab seperti ilmu matematika, kita harus tahu dasar-dasar dulu sebelum melangkah lebih lanjut. Kita perlu belajar tambah-tambahan dulu sebelum berlanjut ke perkalian dan pembagian, oleh karena itu, luangkanlah sedikit waktu untuk selalu mengulang-ulang pelajaran yang ada.

Shorof 10: Fa'ala-Yaf'alu Mitsal Ya dan Naqish Ya

Posted on | By Ryper | In


Shorof 9: Fa'ala-Yaf'alu Mahmuz dan Mitsal Wau

Posted on | By Ryper | In


Harokat mengikuti yang awal
Klik untuk memperbesar

Bahasa Arab 29: Tawabi-Taukid

Posted on | By Ryper | In

Alhamdulillah, setelah sekian lama vakum, kita akan memulai kembali pembahasan yang tertunda.
Pada pembahasan sebelumnya kita telah mempelajari diantara jenis-jenis tawabi, yakni athof, badal dan na’at. Dan sekarang kita akan membahas jenis tawabi terakhir, yaitu taukid.

Pengertian Taukid
Taukid adalah kata penegasan yang memberikan penekanan akan sesuatu yang ingin disampaikan. Dalam istilah bahasa Indonesia, kata taukid bisa berupa kata “sungguh” atau “benar-benar”.
Dalam istilah bahasa arab, taukid merupakan tawabi (pengikut) yang disebutkan setelah kata yang ingin ditekankan, yang digunakan untuk menghilangkan keraguan dari pendengar.
Contoh:

وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا
(wajaa`a robbuka wal malaku shoffan shoffan)
Tuhanmu datang sedangkan malaikat dalam keadaan bershaf-shaf.

Shorof 8 : Fa'ala-Yaf'ilu Lafiif Mafruq dan Lafiif Maqrun

Posted on | By Ryper | In