Laman

Tampilkan postingan dengan label Ushul Tafsir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ushul Tafsir. Tampilkan semua postingan

Ushul Tafsir 8: Benarkah Ayat-Ayat Al-Qur`an Bertentangan?

Posted on | By Ryper | In



Jika kita membaca Al-Qur`an, terkadang kita menemukan ayat-ayat yang dirasa-rasa ada kerancuan di dalamnya. Kita temukan pada ayat ini Allah mengatakan demikian, namun di ayat yang lainnya mengatakan demikian. Apakah ini berarti Al-Qur`an itu ayatnya bertentangan antara satu dengan yang lainnya?

Syaikh As-Sa’di mengatakan dalam Qowa’idul Hisan:
“Semua ayat Al-Qur`an yang secara lahiriah tampaknya bertentangan, Maka WAJIB memahami masing-masing jenis ayat tersebut sesuai dengan keadaannya atau konteksnya”

Ushul Tafsir 7: Kandungan Makna Secara Muthobaqoh, Tadhommun dan Iltizam

Posted on | By Ryper | In

Diantara kaidah tafsir yang harus diketahui oleh seorang muslim adalah ketika ia ingin menafsirkan suatu ayat atau suatu kata, maka hendaknya ia memperhatikan kandungan makna suatu lafadz secara muthobaqoh, tadhommun dan iltizam, sehingga ia dapat mengetahui kandungan-kandungan makna yang tidak disebutkan secara tegas di dalamnya.

Pengertian Muthobaqoh, Tadhommun dan Iltizam

Penunjukan Muthobaqoh adalah penunjukan suatu lafadz pada seluruh makna yang dikandungnya, secara bersamaan atau bersesuaian, contohnya penunjukan kata rumah, mengandung arti rumah secara keseluruhan yang mencakup atap, dinding, pintu dan lain-lainnya.

Ushul Tafsir 6 : Mufrod Mudhof dan Jamak Mudhof Menunjukkan Keumuman

Posted on | By Ryper | In

Diantara keindahan bahasa arab yang perlu kita ketahui adalah ternyata bahasa arab merupakan bahasa yang ringkas namun syarat dengan makna. Walaupun menggunakan satu atau dua kata (kalimah) saja, makna yang terkandung sangat dalam dan sangat luas, contohnya sangat banyak diantaranya apa yang sudah ana tuliskan dalam kaidah sebelumnya, begitu juga kaidah dalam artikel ini.

Syaikh As-sa’di menyebutkan dalam bukunya, “susunan mufrod mudhof dan jamak mudhof mempunyai kandungan di dalamnya dengan makna yang umum”.

Mendengar isim jamak, tentunya kita merasa yakin kalau maknanya adalah umum karena jamak memiliki arti banyak, tak tentu atau umum. Namun, bagaimana bisa susunan mufrod mudhof juga mengandung makna umum ?

Ushul Tafsir 5: Faidah penggunaan isim nakiroh dalam jumlah

Posted on | By Ryper | In

Dalam ushul tafsir terdapat kaidah bahwa “jika isim nakiroh terletak setelah kata peniadaan (nafyun), pelarangan (nahyun), syarat (syartun) atau pertanyaan (istifhaamun), maka menunjukkan sesuatu yang umum”.


Sebagai contoh adalah dalam surat An-nisa ayat 36

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
“dan sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukannya dengan sesuatu apapun”.

Ushul tafsir 4 : Faidah penggunaan alif dan lam

Posted on | By Ryper | In

Ada suatu kaidah penting dalam ushul tafsir, dimana jika terdapat alif dan lam masuk pada isim jenis (seperti manusia, jin dll) atau masuk pada isim sifat (nama sifat), maka menunjukkan istigroqiyah, yakni menunjukkan makna yang mencakup keseluruhan dari jenis atau sifat yang dimasukinya.

Pada pelajaran mengenai bahasa arab, kita ketahui bahwa isim yang kemasukan alif dan lam adalah isim yang ma’rifat, yakni isim yang tertentu, namun ketika alif dan lam masuk pada isim jenis dan sifat, maka alif dan lam ini berfungsi sebagaimana kaidah di atas. Kaidah ini telah disepakati oleh para ulama bahasa arab dan juga ulama ushul fiqih.

Contohnya sebagaimana dalam surat al-ahzab ayat 35

Ushul Tafsir 3 : Kesimpulan hukum diambil dari umumnya lafadz bukan dari sebab turunnya yang bersifat khusus

Posted on | By Ryper | In

Ayat di dalam al-qur’an ada yang mempunyai asbabul nuzul dan ada yang tidak, dimana jumlah ayat yang tidak mempunyai asbabul nuzul lebih banyak, namun ketika ingin mencari makna dan kesimpulan ayat, hendaknya dengan melihat terhadap keumuman lafadz, maksud dari ayat bukan dari sebab diturunnya ayat. Lantas apa gunanya mengetahui asbabul nuzul suatu ayat??

Syaikh As-sa’di mengatakan bahwa, kaidah ini, dengan mengambil kesimpulan dari suatu ayat dengan melihat keumuman dari ayat bukan dari sebab turunnya suatu ayat, merupakan kaidah yang sangat bermanfaat. Ketika seseorang menguasai kaidah ini, niscaya akan bertambah padanya ilmu dan kebaikan yang banyak, namun jika tidak maka ia akan terjatuh kepada kesalahan dan kerancuan.

Ushul Tafsir 2: Metode memahami Al-qur'an

Posted on | By Ryper | In

Untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, pastinya ditempuh dengan menelurusi jalan-jalannya, yang tidak lain adalah pintu-pintu keberhasilan itu sendiri. Orang yang ingin menjadi dokter spesialis, maka ia harus memasuki pintu kedokteran, begitu pula ketika ia ingin sukses dalam usahanya, hendaknya ia mengetahui pintu-pintu yang dapat menunjukinya jalan kesuksesan. Allah ta’ala berfirman

وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya, dan bertaqwalah kepada Allah agar kalian termasuk orang-orang yang beruntung”.( Al Baqoroh : 189 )

Syaikh Abdurrahman As-sa’di memaknai rumah disini dengan kata yang umum, yang mencakup segala hal yang diinginkan oleh manusia, sehingga tidak ada hal yang dapat mengantarkan seseorang untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, melainkan melalui pintu-pintu tersebut, yang tentunya dirahmati oleh Allah ta’ala. Dan ketika seseorang yang menempuh suatu jalan dan memasuki pintu-pintu yang mengantarkan pada sesuatu yang diinginkan, maka ia pasti akan berhasil dan sukses.

Ushul Tafsir 1 : Pendahuluan Ushul Tafsir

Posted on | By Ryper | In

Salah satu ilmu yang harus dipahami oleh seorang hamba Allah, seorang yang menganggap dirinya adalah seorang muslim, seorang yang meyakini kebenaran al-qur’an adalah ilmu ushul tafsir.

Ilmu ini mempunyai kedudukan yang sangat agung disisi Allah ta’ala, dan mempunyai manfaat yang sangat banyak, yang dapat membantu seorang hamba untuk dapat merenungkan firman-firman Allah ta’ala dan mentadaburinya, sehingga diharapkan dengan mempelajari ilmu ini, ia akan senantiasa berada dalam hidayah Allah ta’ala.
Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ُُُخَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآَنَ وَعَلَّمَه

“sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-qur’an dan mengajarkannya”